JADWAL MOTOGP

Friday, January 28, 2011

Cinta Tak Direstui

Semuanya bagaikan melayang.
Terbang bebas di awang-awang, tanpa
ada tempat yang dapat dijadikan
pijakan.
Tanpa ada tujuan, karena semuanya
seperti mengambang. Jalinan ini lambat laun akan terurai
dengan pasti. Dan akan terus terberai
hingga simpul-simpulnya akan berpencar
dan tak mungkin disatukan lagi.
Semua ini bukan kehendakku. Dan
semuanya diluar kemampuanku. Aku merajut jalinan ini berawal dari
sebuah kepastian, dan terunut paut
hingga untaian-untaiannya telah
menyatu dengan sempurna hingga
ujungnya hampir menyatu dalam sebuah
ikatan. Tapi, sebuah suasana telah
mengubahnya. Dan keberadaan jalinan
itu berhadapan dengan sebuah dinding
pertentangan.
......
Aku bimbang, Dalam keheningan aku menjerit.
Aku mencoba membuat kegaduhan agar
jeritanku terdengar.
Tapi, semua seakan tak mau peduli. Dan
kenyataannya memang tragis, bahwa
aku hidup dengan kenyataan pahit bahwa apa yang telah aku jalin, tak
dapat dirangkai lagi.....
Semuanya akan tetap melayang, tanpa
ada kepastian.
Semuanya semu.....
Kebahagiaan yang ada, akan dengan mudah tiada ketika dinding kokoh itu
kembali menghadang.
Dan sekarang, semuanya terjadi...
Semua kini menjadi nyata dalam
kehidupanku, akan apa yang aku
takutkan. Semua kini terlihat suram, dan semua
seakan berduka karna keadaanku.
Semua senyum terlihat kaku, dan
hembusan angin terasa sakit
menghembus kulitku.
Malam ini, orang yang selama ini selalu memberi keindahan dalam
keseharianku, membuat suatu keputusan
tanpa aku duga sebelumnya.
Dia meminta untuk mengakhiri
semuanya. Dan belajar untuk terbiasa
dengan kesendirian. Aku terhenyak, dan tersudut dalam
ruang hampa udara yang menyesakkan
dadaku.
Apakah aku harus menjadi pecundang
oleh keadaan ini.......?
Terlalu berat untuk menjadikan pilihan atas semua ini.
Aku tak bisa memberontak, karena aku
terlalu lemah.
Aku tak bisa berteriak karena aku
berada dalam keramaian, dimana
suaraku akan tengelam dan tak dipedulikan.
Aku menangis dalam kegelapan. Dan
aku terisak dalam setiap degupan.
......
Apakah ini memang jalanku ?
Tapi kenapa harus menyakiti orang lain ?
Kenapa harus membuat orang yang aku
sayang menangis ?
Kenapa aku harus mengenal dia, kalau
pada akhirnya keadaan ini akan
membuatnya terluka ? .....
Apa yang bisa aku perbuat sekarang ?
Sementara dia disana sedang menangis.
Secara tidak langsung, aku telah melukai
orang yang telah membuatku bahagia
selama ini. Dan secara nyata, mereka telah
menorehkan luka dalam hatiku.
Dan mereka telah memporak-
porandakan untaian perasaan kita.
Tanpa mau peduli dengan isi hati yang
akan membiru karenanya. ..........
Sayang, aku mencintaimu.
Tapi keluargaku tak bisa aku
tinggalkan......
Maafkan aku cinta,
Maafkan aku......... Ini bukan kehendakku. Dan ini bukan
kemauanku.
Semuanya berada diluar kemampuanku
untuk terus bersama kamu.
Tapi, aku takkan mampu menghilangkan
kamu dari kehidupanku. Dan aku berjanji, kalaupun Allah akan
melabuhkan kita di dua dermaga yang
berbeda, aku akan selalu menempatkan
kamu di tempat terindah dalam hatiku.
Maafkan aku, sayang........
Maafkan aku....... http://www.ndoro.jw.lt/

0 komentar:

Post a Comment

recent comment